Akhir-akhir ini sedang jatuh cinta pada hal-hal yang sepi; sunyi, mendengarkan lagu lewat earphone, membaca puisi, memotret dengan kamera film, terjaga di saat orang lain tertidur, mendengarkan percakapan orang lain, bangun tidur lebih pagi dari matahari terbit, menikmati pepohonan dari jendela kendaraan, hamparan padang rumput yang luas, langit penuh taburan bintang seperti butiran garam yang tumpah di atas kertas hitam, ombak yang menggulung, terumbu karang penuh ikan kecil dan bulu babi yang bersembunyi, kabut yang mengambang lembut, berjalan di antara dua jurang dalam kegelapan malam sambil mendengarkan sigur ros, api yang berwarna biru, buku-buku jari yang memutih akibat kedinginan, siluet pegunungan yang megah, cahaya mentari pagi menyeruak menembus ikal rambutmu, air terjun yang menciptakan pelangi setiap bersentuhan dengan bebatuan, makan nasi padang pukul tiga pagi, melintasi keramaian pasar malam dengan segala cahaya dan kebisingannya, tarian cahaya lampu di kacamata mu, memandangi langit-langit kecoklatan kamar hotel murah diiringi iron & wine dan suara sayup-sayup kipas angin, serta mencintaimu dalam diam.