Revolt in paradise

Thursday, September 24, 2015

Selamat ulang tahun

Ndak terasa sudah mau lima kali (ralat, ternyata tujuh kali, wth) membuat postingan ulang tahun di blog ini. Lima tahun terasa begitu singkat tapi terlalu lama. Kalau dulu di umur 16 udah terlalu panik karena hanya setahun lagi dari mendapatkan ktp, sekarang 3 tahun setelah ktp yang masih belom electronic juga, rasanya masih kecil terus. Puny. Insignificant. Nggak bisa apa-apa, ndak ada gunanya.

Setelah membaca jutaan paragraf, potongan tulisan, novel dan puisi mengenai bagaimana cara menghidupi hidup sehidup mungkin, yang kurang lebih isinya adalah membagi segala perasaan yang ada kepada orang lain terutama yang positif, nihil. Yang ada, semakin jago diving ke palung self-doubt, terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak menganalisa dan terlalu banyak merasa. Mau lari kemana? Mau minta tolong siapa? Yang ada malah merusak dan menenggelamkan lebih banyak orang. Ditambah lagi, muncul sebuah hobi baru: membuat diri merasa sepi.

Caranya? Cukup mudah. Pergi dengan orang-orang yang hanya memperhatikan diri sendiri, mengerjakan tugas di sebuah kafe yang ramai sembari melindungi diri dibalik layar laptop, memperhatikan orang lain, membaca novel Murakami, lagu 'Sparks' oleh Coldplay, menikmati konser musik; satu-satunya kebisingan yang mampu terasa sepi.
Berbicara kepada orang-orang yang telah menghapus kita dari kehidupannya.

That's what birthdays are for, isn't it? To remind yourself of how many people; mostly precious ones, you've drifted apart from.

"I still love the people I've loved, even if I crossed the street to avoid them." - Uma Thurman.