Revolt in paradise

Sunday, August 30, 2015

"Untuk apa?"

Malam ini, aku ingin mengabadikan dirimu ke dalam kata-kata.
Memang kata-kata ini tidak akan sampai ke telingamu,
tetapi mungkin sebaiknya harus.
Sepertinya ia lebih berani, dan pandai memelukmu.

Akan selalu kutemukan dirimu pada hal-hal;
stasiun gondangdia pukul sebelas malam,
hotma 'meng' roni simamora,
lagu Line of Fire oleh Junip,
ketidaksukaanmu pada permen yupi.

Kuharap kau temukan juga diriku pada hal-hal;
musik, tulisan, segelas minuman kesukaanmu,
musim panas dua tahun yang lalu.
Semoga tidak kau temukan senyummu palsu.